Layanan Catering Aqiqah Jogja Terbaik yang direkomendasikan warga DIY

Jumat, 23 Maret 2018

Tasyakuran Aqiqah Sebagai Bentuk Rasa Syukur


Tasyakuran Aqiqah Sebagai Bentuk 
Rasa Syukur



Sebagai seorang muslim yang ingin melaksanakan aqiqah, niat melaksanakan aqiqah ada baiknya bukan hanya karena ingin menggugurkan kewajiban. Tapi lebih dari itu, tapi juga ingin niat bersodaqoh dengan cara mengadakan tasyakuran aqiqah. 

Pengertian Tasyakuran
Tasyakuran sudah menjadi tradisi dalam masyarakat muslim yang ada di Indonesia. Saat seseorang mendapatkan sebuah nikmat, maka dianjurkan bagi ia mengadakan acara tasyakuran atau bisa juga disebut selametan dalam bahasa Jawa. 

Tasyakuran di Indonesia identik dengan  orang yang akan berangkat haji, melakukan acara selametan haji, 7 bulan kehamilan, dan tasyakuran aqiqah anak. Meskipun identik dengan hal-hal demikian, melakukan tasyakuran juga bisa dilakukan ketika seseorang sedang mendapatkan rizki.
Bisa jadi tasyakuran diselenggarakan karena untuk mensyukri banyak hal seperti lulus ujian, selesai membangun rumah, dan lain sebagainya. 
 
Pada dasarnya tasyakuran berasal dari kata syukur, yang artinya adalah memuji kenikmatan yang diberikan Dzat Yang Maha Kuasa, Allah SWT. 
Kata syukur telah disebutkan sebanyak 75 kali di dalam kitab suci umat Islam, yakni al-Quran. Uniknya, kata al-Quran juga menyebutkan sejumlah 75 kali yang sama untuk kata bala’ atau musibah. 
 
Oleh sebab itu banyak  mufassir yang mengatakan bahwa kata syukur dan musibah menunjukkan bahwa Allah SWT ingin mengatakan bahwa adanya musibah adalah karena manusia kurang bersyukur kepada Allah SWT.
Ayat Tentang Syukur 

Adapun ayat yang menjelaskan tentang nikmat bersyukur adalah :
“Dan ingatlah juga, saat Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya apabila kamu mau bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepada kamu, dan apabila   kamu mengingkari nikmat yang Ku berikan, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Qur’an Surat Ibrahim ayat7) 


Ayat  di atas, Allah SWT dengan jelas telah memberitahukan kepada seluruh umat muslim, bahwasannya jika orang-orang mau bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah ia terima, maka Allah akan menambah nikmat di atas kenikmatan yang telah diberikan-Nya pada ia. 
Penambahan nikmat yang dimaksud bisa berbentuk zahir ataupun bathin. Bertambah zahirnya bisa berupa  harta yang bertambah. 
 
Sementara tambahnya nikmat batin bisa berupa ketentraman hati, kebahagiaan keluarga, kekhusyuan shalat, ataupun nikmat-nikmat yang nanti akan diterimanya di akhirat nanti.
Syukur adalah ibadah yang tak akan pernah bisa diukur. Apapun yang diberikan oleh Allah SWT, adalah sesuatu yang harus disyukuri. Sebab  karena taufik dan kemampuan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa lah umat Islam dapat melakukannya. 

Sebagaimana Allah telah berfirman kepada Musa A.S:
“Hai Musa, hendaknya kamu bersyukur kepada-Ku dengan syukur yang sebenar-benarnya. Lalu Musa A.S pun berkata: Bagaimana bisa aku bersyukur sebenar-benarnya, sedangkan tiada ungkapan syukur yang kuungkapkan kepadaMu melainkan itu juga merupakan nikmatMu?  

 
Allah SWT menjawab: Ya Musa, sekarang kamu baru bersyukur dengan sebenar-benarnya karena kamu menyakini bahwa segala sesuatu adalah merupakan pemberian-Ku.” 

Ya, syukur adalah menampakkan dan menggunakan nikmat Allah baik dalam keyakinan di hati, ungkapan ataupun dengan amalan praktek. Salah satu representasi dari wujud rasa syukur seseorang yang sudah “sah” menjadi orang tua adalah dengan melakukan tasyakuran aqiqah.
Tasyakuran aqiqah yang diisi dengan ceramah pengajian ataupun khataman Al-Qur’an selain bisa meningkatkan rasa syukur manusia, juga bisa sebagai sarana meningkatkan ibadah. Mari senantiasa bersyukur.


Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tasyakuran Aqiqah Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Lokasi Al-Kautsar Jogja